Ditulis tanggal 5 Maret 2025.
Sebelum aku pulang ke kampung halaman karena tidak ada pekerjaan di Cikarang ini, persiapan pulang antara lain : 1. Jual rumah di jl. Komodo I blok A12 no. 64 Cikarang baru.
2. Urus surat pindah dari Cikarang Pusat ke Kampung halaman.
3. Urus pindah paskes dari Cibatu ke Tanjung pasir
Apa mungkin bertemu lagi dengan Febrita Melati Simorangkir kalau aku sudah pulang ke kampung? Tidak ada yang tidak mungkin bagi Tuhan, kalau Tuhan menghendaki itu terjadi, pasti terjadi. Bagaimanapun caranya, Tuhan punya caranya sendiri tanpa bisa diduga oleh manusia.
Tanggal 8 Maret 2025 wa lusiana pasaribu minta untuk jual tanah rumah tipe 36 m²/120 m² dengan harga Rp 500 Juta.
Tanggal 9 Maret ngomong ke mama Olga supaya teman papanya yang cari rumah dengan harga Rp 500 juta. Apa masih mau beli rumahku?
Tanggal : 10 Maret 2025 pak Krishantoro mengajak Retreat Komdes ke Puncak. Bila saya mau ikut akan dibayari uang peserta Rp 250 Ribu. Dia minta telah minta izin ke ibu Kartika dan Pak. Tugiyono dan mereka memberi izin. saya nyatakan ikut Retreat. Tetapi saat mendaftar ke bagian pendaftaran (Robby yan) sudah full/tutup. Jadi saya tidak jadi ikut. Pasti ada rencana Tuhan dibalik gagalnya aku ikut Retreat. Apa rencana Tuhan yang akan disampaikan pada hari Minggu? Yang mengubah hidupku ke depan.
Tanggal : 14 Maret 2025 apa mungkin aku berziarah ke makam Frica Marhaeni Sinaga lagi, apa bila aku sudah pulang ke kampung halaman di Tanjung Pasir, kec Tanah Jawa?.
Tanggal : 17 Maret 2025 bahwa yang menanyakan rumah jl. Komodo I nomor 64 itu Suami/istri telah meninggal dunia. Jadi tidak ada mau di konfirmasi lagi.
Tanggal : 26 Maret 2025 menawarkan rumah kepada Ibu. Pdt. Febrita Melati Simorangkir.